Friday, December 26, 2008

FORUM DISKUSI: BENER GAK SIH FENG SHUI ITU?

Feng Shui? Bner gak yah...? Apa aja sih aturan2 yang kamu ketahui?
Trus Gimana sih logikanya knapa feng shui bisa benar-benar terjadi? apa itu hanya sugesti saja atau memang merupakan kerja elemen-eleman cosmos yang ada si dunia?
selamat berpartisipasi ^_^

FORUM DISKUSI: APA SIH MINIMALIS ITU?

Teman2 silahkan memberikan komentarnya yach... smoga kita bisa berbagi ilmu dan wawasan dalam forum diskusi ini...
selamat berpartisipasi ^_^

NEEDS AND WANTS IN ARCHITECTURE

NEEDS AND WANTS


Perkembangan teknologi dan kebudayaan yang berkembang sangat cepat, menyebabkan timbulnya kebutuhan manusia yang beraneka ragam. Namun kebutuhan akan suatu tempat tinggal tidak terlalu berubah. Kebutuhan di dalam tempat tinggal biasanya berupa dapur, kamar mandi, kamar tidur, ruang tamu, dan juga ruang keluarga. Tetapi belakangan ini sering orang menambahkan wants ke dalam tempat tinggalnya, seperti kolam renang. Pada dasarnya kolam renang merupakan wants sang pemilik. Wants tersebut menjadi needs. Tetapi setelah beberapa lama kolam renang tersebut jarang digunakan dan tidak menjadi needs melainkan wants. Walaupun sudah jarang digunakan, tetapi masih diperlukan biaya dan perhatian khusus terhadap kolam renang tersebut. Needs dan Wants memang tidak dapat dipisahkan. Tetapi kita dapat memilih mana yang terlebih dahulu kita utamakan. Temtunya dengan konsekuensi dari masing-masing yang kita utamakan. Berikut ini akan diulas contoh bangunan yang lebih mengutamakan needs dan juga contoh bangunan yang lebih mengutamakan wants.
Bangunan yang lebih mengedepankan wants

Gaya baroque ini pernah mengalami masa kejayaannya pada awal abad ke 19. banyaknya detail-detail yang terdapat pada bangunan ini melambangkan estetika yang tinggi. Pada zaman baroque, model seperti itu biasanya digunakan pada gedung-gedung pertunjukan. Memang, pada zaman sekarang pun bangunan seperti masih sering kita jumpai. Namun hal tersebut sudah tidak relevan lagi dengan perkembangan kebudayaan, terutama di indonesia. Rumah bergaya baroque dapat ditemukan di jalan cipaganti. Rumah ini sangat menekankan pada wants sang pemilik yang ingin menunjukan kemegahan, dan kekayaannya. Tetapi tentunya akan ada berbagai macam konsekuensi yang harus ditanggung sang pemilik. Misalnya, perawatan rumah yang tentunya tidak sedikit. Terlebih lagi rumah bergaya baroque ini dipenuhi dengan detail-detail ukiran yang berlekuk-lekuk. Hal tersebut tentunya memerlukan perhatian extra. Wants sang pemilik yang menginginkan rumah bergaya baroque ini tidak sesuai dengan lingkungan sekitarnya. Gaya baroque berkembang pesat sekitar abad ke 19 di benua eropa. Hal tersebut tidak sesuai dengan keadaan dan kebudayaan di indonesia. Pada zaman baroque polusi pencemaran udara tidak sebesar sekarang ini, sehingga perawatan bangunan pun tidak terlalu menjadi masalah. Berbeda dengan kota bandung saat ini yang penuh dengan polusi. polusi yang tinggi akan meningkatkan biaya perawatan eksterior bangunan.
Pada bagian atap bangunan terdapat sebuah paviliun. Fungsi dari pawiliun itu sendiri sebagai tempat alternatif istirahat. Namun bila diletakkan pada bagian atap rumah tinggal yang berlantai dua rasanya fungsi paviliun tadi kurang dapat dimaksimalkan. Padahal jika kita membangun paviliun itu untuk tempat santai dan beristirahat, seharusnya kita memilih tempat yang sesuai untuk suasana santai itu sendiri. Seperti misalnya taman, hijaunya rerumputan dan tanam-tanaman akan menciptakan suasana damai yang mendukung kita untuk bisa menikmatinya. Dengan begitu jelas terlihat konsep needs disini tidak berlaku karena yang dibutuhkan untuk tempat bersantai sendiri adalah tempat yang mendukung suasana santai. Pemilik berkeinginan membuat sebuah paviliun di atap rumahnya, jelas itu menegaskan bahwa lebih diutamakannya wants ketimbang needs. Apalagi setelah didirikan paviliun itu mungkin hanya akan dibiarkan begitu saja tanpa dipakai. Fungsinya disini sudah berubah.

Bangunan yang lebih mengedepankan needs



Foto Gedung Sate



Gedung sate sebagai pusat pemerintahan kota bandung sudah menjadi ikon yang tidah dapat dipisahkan dari kota bandung serta masyarakat kota bandung. Gedung sate di design dan dibuat untuk tujuan tertentu yang jangka panjang. Di puncaknya terdapat "tusuk sate" dengan 6 buah ornamen sate (versi lain menyebutkan jambu air atau melati), yang melambangkan 6 juta gulden - jumlah biaya yang digunakan untuk membangun Gedung Sate. Kebutuhan akan suatu identitas menjadikan gedung sate sebagai needs masyarakat bandung dan jawa barat. Fungsi gedung sate sebagai pusat pemerintahan kota bandung, menuntut suatu bentukan y Di puncaknya terdapat "tusuk sate" dengan 6 buah ornamen sate (versi lain menyebutkan jambu air atau melati), yang melambangkan 6 juta gulden - jumlah biaya yang digunakan untuk membangun Gedung Sate. ang mencerminkan kebudayaan kota bandung tersebut, oleh karena itu disain gedung sate yang berbeda dengan gedung-gedung lainnya, tentunya dengan mengedepankan kebudayaan sekitar. Karena gedung sate merupakan needs kota bandung, dapat dibayangkan apa yang terjadi jika gedung sate dihancurkan. Tentunya kota bandung akan kehilangan ikonnya. Terlebih lagi, lambang pemerintahan jawa bawat memuat gedung sate di dalamnya. Dengan demikian Masyarakat kota bandung dan jawa barat lebih menegaskan bahwa gedung sate merupakan needs bukan sekedar wants.

Need dan wants memang tidak dapat terpisahkan tetapi kita dapat memilih mana yang lebih kita dahulukan. Apakah needs yang kemudian menjadi wants atau wants yang kemudian menjadi needs. Jika kita mengutamakan wants terlebih dahulu daripada needs, maka ia harus benar- benar mempertimbangkan segala kemungkinan atau resiko yang harus dihadapi. Untuk mengurangi tingkat resiko tersebut kita harus secara kritis memikirkan alternatifnya, bukan dengan cara dihindari namun dengan cara mencari solusinya.
^_^

Pengantar Arsitektur

PENGANTAR ARSITEKTUR


Tidak seperti ilmu-ilmu lainnya, kata arsitektur berasal dari orang yang membuatnya. Tidak seperti cultur, yang berasal dari kata kebudayaan. Jadi arsitektur adalah segala sesuatu yang dibuat oleh seorang arsitek. Baik itu bangunan, patung, ataupun objek-objek yang mengandung simbol-simnol tertentu.
Menurut vitruvius, hal-hal yang membentuk arsitektur ada 3 bagian. Bagian-bagian tersebut adalah UTILITAS, FIRMITAS, dan VENUSTAS. Utilitas terkait dengan kegunaan dan manfaat dari suatu bangunan. Misalnya sebuah bangunan rumah didalamnya dibutuhkan ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi, ruang keluarga, dan lain-lain. Ruang-ruang itu terkait dengan kebutuhan dan kegunaan sang pemilik rumah atau orang yang menempati rumah tersebut. Utilitas sangat terkait dengan fungsi. Utilitas merupakan sarana untuk mewadahi sebuah fungsi. Unsur ke dua menurut vitruvius adalah firmitas. Firmitas sangat terkait dengan kekuatan suatu bangunan. Sebuah bangunan harus kokoh dan kuat. Firmitas juga disebut struktur bangunan. Bagaimana bangunan itu dapat berdiri, seberapa kuat bangunan tersebut,dll. Unsur ketiga yang membentuk arsitektur adalah venustas. Venustas sangat terkait dengan keindahan. Bagaimana bangunan atau suatu objek arsitektur dikomposisikan dan memiliki suatu keindahan tertentu. Venustas ini sangat erat kaitannya dengan bentuk. Ketiga unsur tersebut biasa juga disebut segitiga vitruvius.
Teori yang diajukan oleh vitruvius ini dapat bertahan dalam waktu yang cukup lama. Sampai akhirnya capon membuat teori tentang hal-hal apa saja yang membentuk arsitektur, menurut capon ada 3 hal yang terkait dengan arsitektur, yaitu FUNCTION, FORM, dan MEANING. Tidak itu saja capon memnambahkan 3 unsur lain yang berkaitan dengan 3 unsur yang pertaman, yaitu CONTEXT yang sangat terkait dengan FUNCTION, STRUKTUR yang terkait dengan FORM, dan FREE WILL yang terkait dengan MEANING. Jadi arsitektur merupakan sebuah karya binaan manusia yang terkait dengan aktifitas manusia yang diwadahi dalam sebuah ruang dan ruangan. Arsitektur selalu terkait dengan bahasa ruang MENGALAMI, MEMAHAMI, dan MEMBUAT suatu tempat.
Arsitektur sangat erat kaitannya dengan kehidupan kita sehari-hari. Mulai dari kita bangun tidur, menggosok gigi, mandi, belajar di kampus, sampai pulang kembali. Sebagai contoh kita bangun di kamar tidur kita masing-masing. Kamar tidur merupakan bagian dari bangunan, dalam konteks ini kamar tidur adalah bagian dari sebuah rumah. Dalam kamus besar bahasa indonesia rumah bearti BANGUNAN untuk tempat tinggal manusia. Memang beberapa dari aktifitas manusia tidak memerlukan bangunan. Tetapi 90 persen dari aktifitas manusia memerlukan bangunan sebagai sarana untuk melakukan aktifitas atau kegiatan.
Lalu timbulah sebuah pertanyaan. Apakah setiap BANGUNAN merupakan ARSITEKTUR? Saya berpendapat bahwa bangunan tidak selalu merupakan arsitektur. Dan arsitektur tidak selalu berupa bangunan. Bangunan yang merupakan arsitektur harus memiliki unsur-unsur arsitektur seperti function, form, dan meaning. Bangunan tersebut harus sesuain dengan fungsi dan konteksnya, seperti bangunan gereja memiliki fungsi untuk tempat berkumpul orang-orang yang beribadah bersama-sama. Sebuah bangunan juga harus memiliki struktur yang kuat dan kokoh untuk menampung semua beban akibat aktifitas yang dilakukan manusia dengan bangunan tersebut. Sebuah bangunan gereja harus kokoh untuk dapat mendukung aktifitas beribadat atau pertemuan-pertemuan. Unsur lain agar sebuah bangunan dapat termasuk arsitektur adalah meaning. Sebuah bangunan arsitektur harus memiliki arti tertentu. Misalnya sebuah gereja dibentuk sedemikian rupa agar memiliki arti atau kesan kudus, suci, dan ciri-ciri lain yang dapat memperjelas bahwa bangunan tersebut merupakan sebuah tempat untuk beribadah. Dengan terdapatnya ke 3 unsur tersebut dalam sebuah bangunan, maka bangunan tersebut dapat dikatakan sebuah arsitektur.
Tetapi akan timbul sebuah pertanyaan lagi, seperti apakah semua arsitektur berupa bangunan? Menurut pendapat saya, karya arsitektur tidak selalu berupa bangunan. Walau sebagian besar berupa bangunan. Karya arsitektur bisa juga berbentuk patung atau monumen, seperti patung liberti, dan patung garuda wisnu kencana yang berada di bali. Atau arsitektur dapat berupa struktur, seperti menara eifel, jembatan, dan lain-lain. Bentuk-bentuk arsitektur dapat bermacam-macam seperti patung, struktur, monumen, dan lain-lain. Tetapi dalam setiap karya arsitektur memiliki unsur FUNCTION yang terkait dengan CONTEXT, FORM yang terkait dengan STRUKTUR, dan MEANING yang terkait dengan FREE WILL.
Kita tidak bisa menghindari arsitektur. Di mana pun kita selalu berkaitan dengan arsitektur, baik itu di dalam ruangan ataupun di luar ruangan. Baik itu ruang-ruang privat dan juga ruang-ruang publik. Semua kegiatan manusia memerlukan arsitektur sebagai sarana beraktifitas.
Karena arsitektur selalu berhubungan dengan aktifitas manusia, maka arsitektur memiliki berbagai tugas guna mewadahi kegiatan-kegiatan tersebut. Arsitektur berfungsi untuk memberikan keteraturan di lingkungan aktifitas manusia. Arsitektur berfungsi sebagai pengontrol dan pengendali hubungan manusia dengan manusia maupun manusia dengan lingkungannya. Sebagai contoh, dalam arsitektur di cafe, manusia akan dikondisikan secara psikologis untuk saling berinteraksi satu sama lain. Arsitektur juga dapat mempengaruhi hubungan antara manusia dengan lingkungannya, sebagai contoh manusia akan merasa nyaman dan tenang dengan arsitektur yang baik. Arsitektur juga dapat membentuk suasana hati seseorang.
Menurut Schulz tugas bangunan meliputi kontrol fisik, untuk melingkupi fungsi di dalamnya, misi sosial, dan simbol kebudayaan. Bangunan yang baik memiliki tugas sebagai kontrol fisik, yaitu bangunan harus dapat mengontrol keadaan-keadaan fisikal yang merugikan manusia, bangunan harus dapat mengontrol hubungan antara bangunan dengan lingkungannya, penghubung, pembatas, ataupun sebagai pertukaran fungsi. Misalnya untuk menangkal sinar matahari yang berlebihan, maka terdapat teritisan atau juga sirip penangkal sinar matahari.
Untuk melingkupi suatu kegiatan tertentu maka fungsi-fungsi tersebut harus memiliki ruang-ruang atau ruangan. Tugas bangunan sebagai rangka aktifitas ini harus memiliki batas-batas(Functional Frame). Seperti batas vertikal dan batas horisontal. Batasan vertikal dapat berupa tembok, partisi, gipsum, dan lain-lain. Batasan horisontal biasanya berupa lantai. Batas-batasan tersebut pada akhirnya akan membentuk ruang seperti cluster, row, dan group.
Dalam bangunan akan terjadi interaksi antar manusia. Misalnya pada sebuah rumah tinggal akan terjadi interaksi sosial yang terjadi antar anggota keluarga. Sebagai contoh lain, di dalam sebuah bangunan sekolah tentunya akan terjadi hubungan sosial antara murid dengan murid atau pun guru dengan murid. Interaksi yang terjadi dalam sebuah bangunan akan membentuk status, role, grup, institusi, dan lain-lain. Sebuah bangunan akan mendukung semua kegiatan sosial yang terjadi di dalamnya.
Menurut schulz bangunan juga memiliki tugas sebagai simbol kebudayaan. Tugas bangunan sebagai simbol budaya terkait dengan bagaimana bangunan tersebut memiliki sebuah image fungsional tertentu yang telah disepakati bersama.
Hilier juga mendefinisikan beberapa tugas bangunan yaitu, sebagai wadah penampung aktifitas manusia, modifikasi iklim, simbol kebudayaan, consumer of resources.
Menurut hilier, bangunan berfungsi sebagai wadah penampung aktifitas yang memberikan perlindungan terhadap unsur-unsur fisikal yang membuat penggunanya merasa tidak nyaman.Bangunan jaga berfungsi sebagai modifikasi iklim. Bangunan membatasi antara ruang dalam dan luar. Bangunan merupakan pelindung dari iklim yang berada di luar bangunan. Tugas bangunan sebagai consumer of resources akan meningkatkan nilai sebuah bangunan.
Dari tugas-tugas bangunan tersebut dapat dibedakan mana tugas-tugas bangunan yang merupaka kebutuhan praktikal, dan mana yang merupakan tugas-tugas simbolical. Kontrol fisik, functional frame, Wadah penampung aktifitas manusia, dan modifikasi iklim merupakan tugas-tugas bangunan yang bersifat kebutuhan praktikal. Sedangkan sosial milieu, simbol kebudayaan, dan consumer of resource merupakan tugas-tugas bangunan yang bersifat simbolical. Hubungan tugas-tugas bangunan yang bersifat praktikal dan yang bersifat simbolical akan membentuk “ruang” untuk mewadahi kegiatan manusia.
Arsitektur selalu berkembang dari awktu ke waktu, perkembanggan arsitektur ini ada yang berasal dari kebutuhan manusia, dan ada juga yang berasal dari keinginan manusia. Yang mana yang terlebih dahulu? Kebutuhan atau keinginan?
Pertama-tama kita harus mengetahui hirarki dari kebutuhan manusia. Mulai dari yang paling pokok, sampai ke puncak dari pencapaian manusia. Menurut Maslow, tingkat-tingkat kebutuhan manusia terbagi menjadi beberapa 8 tingkatan. Mulai dari yang paling dasar, physiological needs, safety needs, belongingness and love needs, need to know and understand, aesthetic needs, self actualization, sampai ke yang paling puncak yaitu transcendence. Pancake di sini bukan berarti akhir dari suatu perjalanan, pancake di sini berarti pancake yang terus akan berkembang dan tidak pernah berhenti untuk berkembang.
Maslow menumukan perbedaan dari hirarki kebutuhan antara orang-orang barat dengan orang-orang asia. Orang-orang barat menetapkan self actualization sebagai tingkatan tertinggi dari kebutuhan mereka. Dengan demikian tentunya orang-orang seperti itu dapat berkembang lebih cepat. Orang-orang barat mengelompokan kebutuhan-kebutuhan mereka ke dalam 3 bagian yaitu, physical, sosial dan, personal.
Sedangkan orang-orang asia menetapkan status sebagai kebutuhan mereka yang paling tinggi. Mereka harus bersama-sama dengan kelompoknya untuk mencapai tujuan tertentu. Orang asia mengelompokan kebutuhan-kebutuhan mereka ke dalam 2 kelompok yaitu, physical dan sosial. Mereka tidak dapat berkembang secara individual seperti orang-orang barat.
Kebutuhan manusia untuk bertahan dari iklim, membuat manusia membutuhkan shelter.oleh karena itu manusia mencari tempat untuk mendirikan shelter. Setelah itu baru manusia mendirikan shelter.
Tidak hanya sebagai tempat berlindung, kebutuhan manusia pun akhirnya berkembang. Kebutuhan-kebutuhan lain seperti kebutuhan ruang akan suatu kegiatan, kebutuhan akan suatu tempat beribadah, kebutuhan ruang untuk servis, kebutuhan untuk berbeda dengan orang lain, sampai kebutuhan untuk nilai-nilai tertentu.
Dari kebutuhan-kebutuhan tersebut, ada kebutuhan yang memang dibutuhkan, dan ada juga kebutuhan yang sebenarnya merupakan keinginan. Seperti kebutuhan untuk berlindung merupakan kebutuhan yang memang dibutuhkan. Manusia membutuhkan tempat berlindung dari cuaca yang tidak menentu, manusia membutuhkan tempat berlindung dari suhu dan gangguan lainnya.
Tetapi dari kebutuhan-kebutuhan tersebut ada juga yang bukan merupakan kebutuhan, melainkan merupakan keinginan (want). Seperti kebutuhan untuk berbeda dari orang lain. Kebutuhan untuk berbeda tersebut sebenarnya bukanlah kebutuhan yang benar-benar dibutuhkan, melainkan keinginan yang pada akhirnya menjadi kebutuhan.
Sekarang kita dapat membedakan mana kebutuhan-kebutuhan yang memang dibutuhkan(need) dan mana kebutuhan yang bersumber dari keinginan(want). Pada awal-awal peradaban manusia, kebutuhanlah yang akhirnya mempengaruhi keinginan. Tetapi pada zaman modern ini lebih dituntut agar keinginanlah yang pada akhirnya membuat suatu kebutuhan dan juga gaya hidup(lifestyle). Kita sebagai mahasiswa arsitektur, yang nantinya akan memjadi arsitek harus mengedepankan ”wants become needs”. Dengan demikian akan muncul gaya-gaya arsitektur yang unik, sesuai dengan si perancang(arsitek itu sendiri).
^_^